Home » » Tombol Google+ 1 VS "Like" Facebook

Tombol Google+ 1 VS "Like" Facebook

Kini adalah zaman social media. Hampir setiap hari manusia di muka bumi terlibat dengan kegiatan di social media. Kegiatan manusia di social media telah melampaui industri pornografi online, sesuatu yang sulit dibayangkan sebelumnya karena sedemikian besarnya industri pornografi online. Bila kita tarik ke belakang, pertumbuhan social media seperti sekarang ini tidak terlepas dengan salah satu pionirnya, yaitu Friendster. Kesuksesan Frindster diteruskan oleh MySpace dan MySpace kemudian digantikan oleh Facebook dan Twitter.


Data-data yang ada menunjukkan bahwa social media hampir memengaruhi setiap sisi kehidupan manusia. Bagi Facebook yang merupakan pemimpin social media saat ini hanya butuh waktu 9 bulan untuk memiliki anggota 100 juta orang. Di AS lebih dari 200 menit per bulan digunakan untuk bersocial media terutama mengunjungi Facebook. Data yang lain menunjukkan tidak hanya dampak positif , namun juga negatif. Di AS satu dari lima perceraian disebabkan oleh Facebook. Satu dari delapan pasangan yang menikah di tahun 2008 disebabkan oleh Facebook. Facebook memimpin perolehan pendapatan iklan dari social media dengan angak 1,92 miliar dollar AS.

Sedemikian besarnya pengaruh social media hingga mau tak mau Google yang selama ini menganggap social media bukan pekerjaan besar terpaksa terlibat. Sudah banyak usaha sebenarnya dilakukan oleh Google namun selalu kandas. Di awal tahun 2011 ini sebuah proyek rahasia dengan nama sandi Emerald Sea dibuat oleh Google dengan bertujuan tak lain untuk berkompetisi dengan Facebook. Proyek ini disertai dengan janji kenaikan bonus 25% atau penuruna 25% tergantung gagal atau tidaknya proyek tersebut. Sebenarnya jika kita runut ke belakang, bukan kali ini saja Google berusaha untuk lebih sosial. Bahkan sebelum Facebook sangat terkenal seperti sekarang ini, tepatnya di tahun 2008 Google pernah berencana membeli Facebook namun gagal. Nah, sepertinya karena gagal membeli, Google memutuskan untuk sekalian berhadapan di medan perang.


Proyek rahasia Google tersebut sudah mendekati bentuk yang permanen dengan memberikan nama Google+ (Plus) untuk proyek tersebut dan telah di-soft launching. Sayangnya karena sangat sedikit yang telah mencoba layanan ini, banyak pengguna tidak tahu persis bagaimana bentuk layanan tersebut. Saya sendiri telah mendaftar untuk diikutkan oleh Google bila mana proyek ini sudah siap diuji coba oleh pengguna, namun tentu saja harus menunggu. Berbagai polling online yang saya ikuti, sebagian besar mereka yang ikut polling sangat berkeinginan mencoba layanan baru Google ini. Persentase yang ingin mencoba layanan ini selalu lebih dari 70%. Hal ini menunjukkan rasa penasaran pengguna internet dan mungkin sebuah pertanda baik bagi Google.

Sepertinya Google tidak ingin melakukan kesalahan berikutnya di social media. Cara yang ditempuh Google dalam memperkenalakan Google+ (Plus) ini mirip dengan cara memperkenalkan layanan GMail terdahulu yang terbukti sangat sukses. Hingga saat ini Google belum berani me-launching secara besar-besaran dan masih menamainya Proyek, bukan Produk. Bagi yang berminat dipersilahkan untuik mendaftar dan nantinya Google akan menghubungi via email.

Meskipun demikian ada segelintir orang yang karena kapasitasnya sebagai waratwan online di situs terkenal telah melihat secara dekat proyek baru Google ini. Salah satunya adalah Matt Rosoff yang menulis di businessinsider.com. Dari bocoran yang diberikannya, proyek Google+ sangat mirip dengan Facebook. Tampaknya, sengaja atau tidak Google menjadikan Facebook sebagai patokan

Tombol +1 adalah istilah singkat untuk "ini lumayan keren" atau "Anda harus melihat ini". Klik +1 untuk memberikan cap persetujuan Anda pada sesuatu secara publik. +1 yang Anda berikan dapat membantu teman, kenalan, dan orang lain yang ada di web menemukan barang terbaik sewaktu mereka menelusur.

Menurut 9to5mac.com tampilan Google+ seperti gambar di atas sangat baik dan memberikan informasi bahwa yang mendesain tampilan tersebut adalah salah seorang desainer senior Apple Inc. Andy Hertzfeld yang terkenal dengan desain Macintosh. Steven Levy penulis di wired.com mengatakan :

“With colorful animations, drag-and-drop magic, and whimsical interface touches, Circles looks more like a classic Apple program than the typically bland Google app. That’s no surprise since the key interface designer was legendary software artist Andy Hertzfeld”.

Namun pertanyaan lama tentu akan muncul, akankah proyek ini bernasib sama dengan layanan Google lainnya sebelumnya? Pertanyaan tersebut tentu belum bisa dijawab sekarang ini. Namun, saya percaya Google sangat hati-hati dalam menggulirkan proyek ini. Mereka mengatakan Google+ merupakan langkah awal untuk memasuki soacial media, nantinya akan ada 100 lebih layanan yang akan diluncurkan dan terkait dengan Google+ ini.

businessinsider.com juga melihat bahwa layanan ini mungkin pada awalnya belum bisa mengajak orang untuk berpindah dari Facebook. Karena hampir sama dan sangat Facebook dengan perubahan beberapa nama layanan seperti Circles untuk Friend. Namun hal itu bukanlah halangan karena Google memiliki pengguna GMail lebih dari 200 juta orang. Untuk dapat melihat emial, tentu saja pengguna Gmail harus sign in dan dengan sign in mereka akan melihat layanan Google+, bukan tidak mungkin mereka akan masuk ke layanan ini. Selain itu, pengguna yang menengok Google dalam sebulan mencapai satu miliar orang, beberapa dari pengguna ini tentu juga akan melihat layanan Google+ dan akan mencobanya. Cara ini tentu saja sangat tepat untuk lebih cepat menarik pengguna bagi layanan Google+ ini.

Sekali lagi ini hanya langkah awal Google untuk berkatifitas di social media secara lebih serius. Namun melihat fitur dan layanan yang selama ini diberikan Google kepada pengguna internet dan fokus mereka kepada pengguna, kemungkinan proyek Google+ bisa sukses layaknya GMail dan mesin pencari Google.

Tombol +1 milik Google yang ingin menantang ‘Like’ Facebook memulai debutnya secara global. Fitur ini akan membuat pengguna bisa menemukan hasil pencarian yang lebih personal. “Hari ini, +1 sudah mulai bisa muncul di halaman pencarian Google secara global,” kata Product Manager Google Nick Radicevic, dikutipdari Mashable, Selasa (28/6/2011).Namun dikatakannya, fitur ini dirilis secara bertahap, mulai dari google.co.uk, google.de, google.jp, google.fr dan segera meluas ke Google di berbagai negara setelahnya.

Fitur +1 diluncurkan Google bulan lalu untuk semakin meningkatkan eksistensinya di jagad maya. Tombol ini berfungsi sama seperti tombol ‘Like’ Facebook atau ‘Tweet Button’ Twitter. Google kabarnya akan menggunakan data yang diperoleh dari +1 untuk meningkatkan hasil pencarian mereka. Tombol +1 akan muncul di sebelah kanan link hasil pencarian. Untuk bisa menggunakan fitur ini, saat mengakses mesin pencari Google, pengguna juga harus sign up ke akun Google. Ketika pengguna menyukai sebuah website yang dikunjungi, mereka tinggal mengklik +1 untuk membaginya ke teman-teman mereka dalam daftar akun Gmail dan layanan Google lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar


Paket Wisata Bandung Murah

Paket Wisata Bandung Murah
Paket Wisata Bandung Murah