Home » » Mengobati Racun Serangga Tomcat

Mengobati Racun Serangga Tomcat

Mengobati Racun Serangga Tomcat - Binatang Tom cat sendiri termasuk golongan kumbang. Meski ia tidak menggigit atau menyengat, hewan satu ini perlu diwaspadai. Kumbang tersebut dapat mengeluarkan toksin atau racun bila bersentuhan dengan kulit manusia secara langsung. Racun yang terkandung dalam serangga ini dikenali sebagai ‘aederin’: (C24 H43 O9 N) dinamakan dalam tahun 1953. Cairan ini disinyalir 12 kali lebih mematikan dari bisa ular kobra.

Tetapi racun itu bisa mencemar secara tidak langsung bila manusia bersentuhan dengan baju, atau benda lain yang terkena. Racun yang dikeluarkan bisa menyebabkan iritasi. Gejala baru muncul dalam waktu 12-36 jam. Dan iritasi dapat berlangsung dari dua sampai tiga pekan.

Menurut wikipedia, sebenarnya Kumbang Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan toksin hemolimf otomatis bila bersentuhan atau berbenturan dengan kulit manusia. Gawatnya, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya. Pada jenis serangga tertentu, terdapat cairan yang diduga lebih kuat dari bisa ular kobra. Nah apabila sudah tersengat Binatang Kumbang Tomcat ini Bagaimana cara Mengobati Racun Serangga Tomcat ?

Pihak Pemerintah Kota Surabaya sendiri melalui Kabid Pertanian dan Kehutanan Dinas Pertanian Kota Surabaya Ir Alexander S Siahaya mengimbau supaya masyarakat tidak panik dan gegabah bila terkena racun toksin Tomcat. Jangan karena takut dan kaget terus kemudian langsung memukul dan membunuh Serangga Tomcat saat menempel di kulit.

http://images.detik.com/content/2012/03/20/475/tomat-situbondo--D.JPG
Gambar Orang terkena racun Binatang Tomcat

"Apabila serangga tomcat sedang menyengat Cukup dikibas saja. Sebab, kalau Tomcat tersebut mati saat menempel di kulit, toksinnya juga ikut keluar. Itu yang menyebabkan luka merah yang gatal dan terasa panas," kata Alexander kepada detiksurabaya.com Selasa (20/3/2012).

 Tomcat sangat senang bila berada di tempat yang terang penuh cahaya, sehingga sebaiknya hindari berada terlalu dekat dengan cahaya lampu atau minimalkan penggunaan cahaya dekat pintu dan jendela.

Gunakan jaring nyamuk atau semprot aerosol atau pestisida organik dari campuran laos, daun mimba, dan sereh untuk mematikan kumbang yang masuk.

Bila ada kumbang kanai yang hinggap di kulit, jangan mematikannya di tubuh, namun tiup hingga pergi.

Jika kulit mengalami kontak dengan serangga Kumbang Tomcat ini, tmaka akan imbul sensasi terbakar yang kemudian menjadi kemerahan disertai munculnya nanah di bagian tengah dalam beberapa hari.

Untuk Mengobati Racun Serangga Tomcat, Segera cuci bagian yang terkena dengan air dan sabun. Jika terjadi reaksi kulit, cuci dengan antiseptik ringan pemanganate kalium dilusian (Kmn04) seperti hydrocortisone 1% dan krim steroid lemah misalnya betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 5%. Jangan menggaruk luka, karena racunnya bahkan dapat berpindah ke bagian lain kulit lewat cairan di luka. Namun, bila luka terjadi pada area mata dan selaput lendir, sebaiknya segera ke dokter.

Dengan pengobatan, umumnya luka akan membaik dalam 10 hari hingga tiga minggu tanpa menimbulkan bekas. Namun, luka dapat membekas jika melibatkan dermis. Dokter juga menyarankan cara lain Mengobati Racun Serangga Tomcat yaitu dengan menghindari sinar matahari agar tak terjadi inflamasi luka yang menyebabkan bekas kehitaman. baca Penyabaran serangga tomcat

0 komentar:

Poskan Komentar


Paket Wisata Bandung Murah

Paket Wisata Bandung Murah
Paket Wisata Bandung Murah