Home » , » Lebih mudah membicarakan keburukan seseorang dibanding bicara kebaikannya..

Lebih mudah membicarakan keburukan seseorang dibanding bicara kebaikannya..

artikel ini terdapat di http://egg-animation.blogspot.com

Saya kira membaca judul diatas teman-teman sudah mengerti dan memahami bahwa "Lebih mudah membicarakan keburukan seseorang dibanding bicara kebaikannya".  Saya rasa juga teman-teman pasti pernah mengalami baik sebagai orang yang membicarakan maupun yang dibicarakan.  Memang manusia tidak luput dari kesalahan, dan tidak ada yang sempurna.  Coba kita renungkan dari diri kita sendiri, kita sangat semangat ketika membicarakan kesalahan dan keburukan orang lain karena memang pikiran kita lebih mengingat keburukan dan kesalahan orang lain dibandingkan mengingat kebaikannya.

Ada istilah Akibat Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga, Ya , Istilah itu sangat tepat menggambarkan persepsi manusia saat ini terhadap orang lain baik itu saudara, teman, rekan kerja maupun kolega, dll.  Manusia saat ini dituntut selalu sempurna dan tanpa cela, padahal disisi lain manusia bukanlah makhluk yang sempurna.

Banyak kasus, ketika seseorang yang dicap sebagai panutan tetapi ketika melakukan kesalahan/khilaf orang itu dicela, dicerca dan dihina seakan menjadi manusia yang berdosa padahal selama hidupnya orang itu selalu berguna dan membantu orang yang membutuhkan.  Tetapi karena akhlak dan mental manusia sekarang di set selalu mengingat kesalahan dan keburukan orang lain, maka ingatan mengenai kebaikan orang tersebut seakan hilang dan serasa tidak pernah terjadi.  

Luar biasa memang, mind set manusia sekarang (dan saya pun demikian..dan berproses mencoba untuk mengubahnya). Dalam QS. al-Hujurat:12mengatakan :

"Membicarakan aib orang lain atau ghibah telah Allah haramkan secara jelas dan tegas di dalam kitab-Nya dan melalui lisan rasul-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.”
Ketika kita melakukan suatu kesalahan dan kekeliruan, baik sengaja (khilaf) mupun tidak disengaja, ingatlah bahwa kita masih bisa memperbaikinya, walaupun mungkin karena kesalahan dan kekeliruan itu kita menjadi bahan omongan orang, tapi itu semua jangan dijadikan pikiran dan beban, Berpikirlah bahwa Allah maha pengampun, dan fokus kepada pengampunan Allah bukan mendengarkan omongan manusia lain.

“Dan ketahuilah bahwasannya Allah mengetahi apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 235)

Cobalah kita tahan lidah kita untuk berbicara keburukan maupun masalah orang lain, ketika kita menemui lingkungan kita membicarakan hal itu , cobalah untuk menahan jiwa dan lidah kita agar tidak ikut berbicara, kalau anda tidak kuat lagi lebih baik anda keluar dari lingkungan tersebut.  Dan ketika kita menjadi pembicaraan orang banyak akibat kekeliruan dan kesalahan kita, cobalah untuk sabar dan kalau bisa jelaskan yang sebenarnya terjadi.  Jangan pernah merasa terpukul atau menjadi beban, karena itu akan merugikan kita sendiri.  Coba untuk fokus pada hari esok, dan perbaikan sifat dan perilaku kita.  Dan yang pasti berpikir cerdas agar jangan sampai kita terjerumus ke dalam hal-hal yang malah merugikan diri kita sendiri.  Satu lagi, biarkanlah orang-orang membicarakan kita ,karena berarti itu merupakan amalan bagi kita mengurangi dosa kita ..


Just Share :)

0 komentar:

Poskan Komentar


Paket Wisata Bandung Murah

Paket Wisata Bandung Murah
Paket Wisata Bandung Murah