Home » » Indonesia dan Demokrasi Kebablasan

Indonesia dan Demokrasi Kebablasan

artikel ini terdapat di http://egg-animation.blogspot.com
 
Indonesia dianugerahi sebagai model negara demokrasi modern bagi Negara-negara lain di dunia, di karenakan dengan komposisi penduduk muslim terbesar di dunia mampu hidup damai serta berdampingan dengan penduduk agama non muslim lainnya.  Indonesia selalu di puji oleh Amerika karena mampu menjadi negara yang paling maju dalam menerapkan demokrasi.  Demokrasi? Apa itu demokrasi?..sejak kecil mungkin di mulai sejak SD, kita disuguhi materi pembelajaran mengenai demokrasi, yang saya ingat kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos (rakyat) dan cratein (pemerintahan) yang secara garis besar berarti kekuasaan di tangan rakyat.

 

Konsep demokrasi yang sebenarnya memang menganut demikian yaitu kekuasaan di tangan rakyat, tetapi saat ini demokrasi menurut saya sudah menjadi salah kaprah dimana bukan lagi rakyat yang memiliki kekuasaan tertinggi terutama di Indonesia.  Mungkin betul rakyat memiliki kekuasaan tertinggi tetapi sebatas saat pemilihan Kepala daerah saja, dan itu pun apa betul hasil pemilihan tersebut mencerminkan hasil yang dipilih oleh rakyat??tanpa ada sabotase atau pemalsuan suara?.allahuallam.

 

Demokrasi di Indonesia menganut Demokrasi Pancasila, dimana Pancasila merupakan dasar negara Indonesia.  Indonesia pun pernah mengalami apa yang namanya Demokrasi terpimpin ketika zaman Presiden Soekarno.  Setelah Soekarno dilengserkan oleh Soeharto, Indonesia masih menganut ideologi Demokrasi, tetapi menurut saya itu bukan demokrasi tetapi kekuasaan absolut yang dimana demokrasi hanya topeng belaka sedangkan yang menang dalam Pemilu itu lagi ..itu lagi..

 

Berbicara masalah demokrasi di Indonesia, sejak zaman reformasi banyak perubahan yang mendasar mengenai kehidupan demokrasi di Indonesia.  Setiap hari kita selalu mendengar banyak orang-orang berdemo untuk meneriakan aspirasi mereka demi didengar oleh para penguasa negeri dan hal ini merupakan salah satu lika-liku di dalam demokrasi.  Tetapi yang menjadi masalah mengapa sekarang demokrasi banyak di jadikan tameng serta alasan bagi orang-orang yang berkepentingan untuk membuat suatu keputusan??

 

Kemarin masih ingat bahwa ada judical review ke Mahkamah Konstitusi untuk membatal kan UU Penodaan agama (Lihat UU Penodaan Agama disini) yang dilakukan oleh segelintir tokoh (yang lagi-lagi mengatas namakan demokrasi, HAM dan katanya Rakyat Indonesia).  Padahal didalam UU Penodaan Agama tersebut dibuat berbagai aturan baik sanksi serta hukuman bagi orang-orang melakukan penodaan agama, tetapi dengan alasan demokrasi masih ada pihak yang ingin membatalkan UU tersebut.  UU Penodaan tersebut mereka kira membunuh kehidupan berdemokrasi di Indonesia serta HAM setiap manusia,  tetapi apakah kita akan tinggal diam ketika ada umat lain yang menghina agama kita?..Padahal UU tersebut adalah pelindung bagi umat beragama.

 

Coba kita pikir apabila UU Penodaan tersebut tidak ada, maka di Indonesia bisa saja terjadi : Munculnya agama-agama baru (ngaku2 nabi), orang bebas membuat aliran baru dengan dalil HAM, dan yang lebih parah nantinya menganggap bahwa agama sebatas keyakinan diri belaka dan ini menjurus pada konsep Sekularisme dimana negara memisahkan urusan agama dan Negara.  Hal ini sangat berbahaya sekali, dan sangat jelas ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan Sekularisme ini terjadi.   Yang lebih menyedihkan diantara orang-orang yang melakukan Judical Review itu, terdapat orang-orang yang beragama Muslim.  Bayangkan orang-orang muslim tersebut ternyata membawa paham Sekularisme bagi Indonesia, padahal didalam Islam sendiri Islam merupakan Sistem Kehidupan bukan sebatas keyakinan belaka..Naudzu billah himin dalik, semoga umat tersebut diampuni dosannya oleh Allah S.W.T


Kembali ke Demokrasi, kembali kita dengar bahwa ada lagi orang-orang yang mengaku atas nama rakyat menggugat (judical Review) mengenai UU pelarangan Judi (lihat beritanya disini) ,Allahuakbar apa yang  terjadi dengan Negara ini??..ingin melegalkan perjudian dengan dalil untuk kenaikan Pendapatan Negara??..apakah kita ingin uang pendapatan negara yang nantinya dipergunakan sebagai pembangunan berasal dari Judi?..apa dikata orang apabila nantinya Judi menjadi legal?..kembali orang-orang tersebut mengatas namakan demokrasi serta HAM...


Ya jawaban yang paling tepat dari permasalahan di atas ialah, Indonesia dengan Sistem Demokrasi yang kebablasan.  Kenapa kebablasan, karena segala macam aturan akan di telaah demi kepentingan tertentu yang mengatasnamakan demokrasi dan kebebasan.  Apa jadinya di Negeri ini, apabila semua UU, Peraturan di Judical Review ke MK dengan alasan demokrasi, bisa – bisa semua UU/Peraturan di tinjau ulang penetapannya oleh MK di Negeri ini dengan alasan demokrasi, karena dengan adanya MK ini setiap masyarkat bisa menggugat UU/Peraturan yang ada untuk dibatalkan apabila memang merugikan banyak masyarakat...

 

Demokrasi yang sekarang ada memang sudah berlebihan dan keterlaluan, dimana koridor didalamnya tidak sesuai dengan konsep awal yang dibangun.  Dengan mengusung berbagai kepentingan banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab mencoba berbagai cara untuk membuat keuntungan tertentu atas nama DEMOKRASI..

 

Melihat berbagai polemik yang ada di masyarakat apakah menurut anda Demokrasi di Indonesia saat ini sudah benar-benar berdemokrasi sesuai koridor yang sebenarnya?..padahal dalam konsep Islam sendiri, demokrasi merupakan bagian dari kehidupan Islam dimana didalam nya terdapat toleransi, saling menghargai dan rakyat yang memiliki kewenangan serta kekuasaan atas pemerintahan yang berjalan.  Tetapi banyak orang sekarang buta akan hal itu, mereka menganggap Sistem Islam hanya konsep kekerasan, Revolusi serta tidak memiliki toleransi, padahal coba kita lihat sekarang negara-negara yang menjadikan Syariah Islam sebagai Ideologi negaranya hidup damai dengan berbagai umat didalamnya, seperti Iran yang hidup damai antara Islam, Kristen serta Yahudi.  Dan negara-negara dengan kaum muslim mayoritas, dipastikan orang-orang non Islam hidup damai didalamnya, seperti Indonesia, Lebanon, Suriah, Palestina, dll.. Tetapi yang aneh bagi saya mengapa ketika Islam menjadi agama minoritas disuatu negara tertentu, Islam selalu di tindas, contoh saja di USA, Thailand, Filipina, China, Swiss, Denmark,dll?..padahal di negara demokrasi besar sekaligus dimana Islam yang merupakan minoritas selalu mengalami teror dan ketidak nyamanan?...jadi demokrasi apa yang negara-negara barat tanamkan, di saat mereka juga membuat perilaku rasis pada umat Islam??....
 

0 komentar:

Poskan Komentar


Paket Wisata Bandung Murah

Paket Wisata Bandung Murah
Paket Wisata Bandung Murah