Home » »

artikel ini terdapat di http://egg-animation.blogspot.com

Sering lihat debat/diskusi yang katanya para tokoh negara?pemimpin?atau ahli2 di Televisi?..pasti suatu saat kepala anda akan pusing selusin keliling karena mendengar perdebatan mereka, ditambah moderator yang cenderung mengarah kepada provokasi.

Melihat berita dan diskusi-diskusi oleh orang-orang yang katanya para ahli, pemimpin bangsa makin membuat saya pusing.  Adu argumen  yang mereka lakukan seakan-akan yang paling benar dan paling perduli terhadap masyarakat.  Seakan-akan mereka paling tahu permasalahan dan segala hal.  Padahal manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan :
Allah menganugerahkan kekuasaan-Nya kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mendengar, Maha Tahu (Q.S. Al-Baqarah:247).
Gelar Professor, Doktor yang banyak dibanggakan orang tidak akan mengubah seorang manusia menjadi maha tahu akan segala hal, dan maha benar atas segala hal.  Di suatu debat saya pernah mendengar, bahwa salah satu narasumber (kebetulan bergelar professor) berkata " saya ini professor,  jadi saya tahu segala akar permasalah masalah ini !". Luar biasa sekali ucapannya, seakan-akan gelar akademis yang sudah dicapai membuat dia sebagai seorang yang Maha Tahu.  Padahal gelar professor ini hanyalah puncak penganugerahan dalam hal akademik saja, bukan dalam hal kehidupan.
Ia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS Al Alaq : 5)
Aku mengangkat derajat siapa pun yang Aku kehendaki; dan di atas semua yang berilmu ada Yang Maha Berilmu (Q.S. Yusuf, 12:76).

Banyak orang-orang yang berbicara seolah-seolah sebagai penolong rakyat, tetapi jiga melihat pada ayat berikut :

"orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya"
(Qs. 18 Al-kahfi : 104 

Sangat lah jelas bahwa orang-orang yang pintar berdebat dan seolah-olah membela kepentingan rakyat menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya, padahal mereka telah melakukan perbuatan yang sia-sia.  Semoga saja para orang-orang pintar itu tidak hanya sibuk  bersolek dan bersilat lidah dihadapan publik saja, tetapi melakukan aksi nyata.

0 komentar:

Poskan Komentar


Paket Wisata Bandung Murah

Paket Wisata Bandung Murah
Paket Wisata Bandung Murah