Misteri Angka Dalam Al Quran?..

Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat, jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut, atau diantara keduanya ada nisbah kontradiktif.

Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan-pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadarai adanya fenomena tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

 Rahasia angka angka dalam Al Qur’an

Para peneliti terdahulu sudah mencatat, bahwa surat-surat yang dibuka dengan huruf-huruf ‘muqaththa’ah’ berjumlah 29 surat, sementara jumlah huruf ‘hijaiyah’ Arab ditambah dengan huruf “Hamzah” juga berjumlah 29 huruf hal ini dengan sudut pandang bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.

DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” beliau menulis beberapa tema-tema tersebut terjadi keharmonisan diantara jumlah kata-kata Al-Qur’an dan berikut ini adalah sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan Mukjizat, dari jumlah kata dalam Al-Qur’an sebanyak 51.900, Jumlah Juz 30, Jumlah Surat 112, mukzizat yang ada diantaranya sbb :

  • Kata ‘Iblis” ( La’nat ALLAH ‘alaihi ) dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali, Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.
  • Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.
  • Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.
  • Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.
  • Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.
  • Kata “Al-harb”(panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “ Al-harb” juga 4 kali.
  • Kata “ Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.
  • Kata “Al-hayat” (hidup” sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.
  • Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” ( katakanlah) sebanyak 332 kali.
  • Kata “Al-sayyiat” yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” masing-masing 180 kali.
  • Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.
  • Kata “Al-naf’u” yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” masing-masing 50 kali.
  • Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.
  • Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali
  • Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali
  • Kata “Al-jaza” 117 kali ( sama dg kebalikannya),
  • Kata “Al-magfiroh” 234 kali ( sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Ad-dhalala” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.
  • Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
  • Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
  • Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.
  • Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
  • Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
  • Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu
  • Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
  • Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.
Dari sekian banyak bukti mengenai kebenaran Al Quran, sungguh sangat ironis sekali apabila masih ada pihak-pihak yang berpendapat dan ragu akan isi dan kebenarannya.  Apalagi banyak pihak kafir yang menganggap bahwa Al Quran merupakan sumber petaka bagi umat muslim karena isinya mengajarkan kekerasan / ekstrimisme, Sungguh laknat yang berpikiran seperti itu.  Dan malah banyak orang yang tadinya membenci Al Quran karena hanya tau luarnya saja, karena saking benci nya mereka baca Al Quran, dan malah menemukan suatu kebenaran Hakiki didalamnya, dan masuk lah menjadi Islam.  Maka jangan salah bahwa saat ini Islam selalu ditekan karena mengalami perkembangan yang sangat pesat di dunia ini, karena manusia semakin yakin atas ajaran Al Quran.  
baca juga : 
b. Kebenaran Al Quran part 1
c. Agama Paling Pesat di Dunia yaitu Islam

kalau tidak percaya angka diatas coba hitung sendiri, gunakan Al Quran digital download disini >>>



sumber :
 http://unik.bengkel-matematika.com/rahasia-angka-angka-dalam-al-qur%E2%80%99an.html

http://www.kp3k.dkp.go.id/lkkpn/index.php?option=com_content&view=article&id=116:al-quran-dan-rahasia-angka-angka&catid=31:beranda&Itemid=73

thumbnail Title: Misteri Angka Dalam Al Quran?..
Posted by:egggggggg
Published :2010-03-11T19:14:00-08:00
Rating: 5
Reviewer: 999999 Reviews
Misteri Angka Dalam Al Quran?..

NEGARA AMERIKA SERIKAT DIBANGUN DARI EMAS PAPUA

Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan
alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata. Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!
Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.
Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.
Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!
Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!
Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.

disadur dari :  
thumbnail Title: NEGARA AMERIKA SERIKAT DIBANGUN DARI EMAS PAPUA
Posted by:egggggggg
Published :2010-03-09T21:29:00-08:00
Rating: 5
Reviewer: 999999 Reviews
NEGARA AMERIKA SERIKAT DIBANGUN DARI EMAS PAPUA

Gunakan Facebook Secara Bijak (Tips Aman Berfacebook-ria)



Beberapa minggu yang lalu, di berbagai media kita disuguhkan banyak berita mengenai penculikan, prostitusi, serta penipuan melalui facebook.  Apabila banyak yang menjadi headline dengan tag judul yang menyudutkan Facebook seolah-olah merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam berbagai aksi semacam diatas. Di dalam benak saya apakah semua itu terjadi diakibatkan oleh FACEBOOK??!!!..ceuk sunda mah gelo we nyalah keun facebook...Padahal facebook hanya sarana dan media dalam berkomunikasi sesuai dengan temanya connect and share with people all around the world, seharusnya yang salah ya orang yang menggunakan Facebook itu sendiri, bukan Facebook nya..

Kesalahan orang itu diantaranya, terlalu percaya dengan orang yang baru dikenal diFacebook, data diri/profil yang komplit ketika ditampilkan di facebook dan yang paling penting adalah selalu mengupload foto-foto personal, padahal foto yang bersifat personal sangat berbahaya apabila di upload ke Facebook karena bisa-bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dibawah ini saya sadur artikel mengenai Tips aman berfacebook ria dari detiknet.com :

1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin berisiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut "hanya" diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

3). Jangan sembarangan 'add friend' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah "mutual friends" antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit "mutual friends"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin berisiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima "pertemanan" yang "mutual friends"-nya cukup banyak.

4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita "banci tagging", tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa "keadaan sekeliling". Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita "untag" diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

6). Jangan mudah termakan bujuk rayu orang yang baru Anda kenal di Facebook. Karena perlu Anda ingat bahwa seringkali orang menyamarkan identitas aslinya di dunia maya. Apa yang tampak di dunia maya seperti Facebook belum tentu cerminan asli perilaku diri di dunia nyata. Bisa jadi orang yang tampak baik, sopan di Facebook ternyata memiliki watak sebaliknya di dunia nyata. Oleh karena itu sebaiknya berhati-hati dengan teman yang baru dikenal di dunia maya.

Sekarang ini kesalahan facebook atau pengguna facebook?...


thumbnail Title: Gunakan Facebook Secara Bijak (Tips Aman Berfacebook-ria)
Posted by:egggggggg
Published :2010-03-07T18:48:00-08:00
Rating: 5
Reviewer: 999999 Reviews
Gunakan Facebook Secara Bijak (Tips Aman Berfacebook-ria)

Kekuatan Opini Publik Saat ini

Mendengar perdebatan para politikus memang tidak ada matinya dan penyelesaiannya.  Pandangan berbeda ditambah kemampuan serta ilmu yang mereka miliki seakan-akan semuanya benar, padahal diantara mereka adalah iblis dari segala iblis bersarang.  Melihat debat di Metro TV (salah satu TV yang saya tidak suka karena ketidak netralannya), seorang politikus bercerita mengenai kekuatan Opini Publik saat ini.


Hmm..sangat menarik sekali, karena saat ini kekuatan paling mendasar yang mengubah pandangan seseorang adalah pengaruh opini publik.  tetapi pertanyaannya sekarang apakah opini publik itu sama dengan opini yang ada dalam pikiran rakyat??...Jawabannya menurut saya belum tentu, karena opini publik dipastikan ada sesuatu, seseorang atau segerombolan yang menggiring opini tersebut dengan cara sedikit paksaan agar terus berkembang di masyarakat. 


Selanjutnya, ada pertanyaan, bagaimana bisa opini yang dibuat oleh seseorang/segerombolan itu jadi berkembang luas di masyarakat??..

Jawabannya sangat mudah dan satu yaitu Peran Media.  Ya peran media disini sangat penting dalam menciptakan opini-opini agar berkembang di masyrakat, sekalipun masyarakat kita sebenarnya tidak terlalu termakan oleh opini-opini ciptaan itu tetapi banyak oknum-oknum yang dibayar agar opini ini menjadi berkembang luas.  Sebelumnya saya pernah menyinggung mengenai pemilik Newscorp yaitu Ruperth murdoch, dimana dia merupakan salah satu orang yang berpengaruh di dunia karena banyak nya media yang dia kuasai.

Ya memang media sekarang menjadi kunci penting dari sebuah pergerakan, baik pergerakan
yang positif maupun negatif.  Kita masih ingat bagaimana peran media dimana terus menerus mengangkat kasus Prita, sehingga banyak komunitas saling bahu membahu membantu Beliau.  Andai saja waktu itu Prita tidak secara intens di sorot oleh media, apa jadi beliau sekarang?..saya rasa beliau sekarang terkukung di dalam penjara menunggu sang Ratu Adil datang.

Saat ini di Indonesia, para raja media bisa dibilang bergerak untuk menguasai Indonesia.  Di salah satu sesi acara Om Farhan, dimana beliau mewawancarai pemilik Mizan ada perkataan yang menarik.  Pemiliki Mizan tersebut berkata, saat ini media adalah kontrol sosial, pergerakan sosial dan pergerakan pemikiran dimana kita dapat menguasai dunia dan masyarakat, maka dari itu Mizan senantiasa bergerak terus dalam bidang media untuk menegakkan dakwah-dakwah Islam, dan luar biasa sekali pemikiran ini serta memang terjadi saat ini bahwa media merupakan kontrol sosial dan pergerakan sosial.  Contoh saja Hamas, yang menurut saya adalah pembela tanah air di Palestina karena negaranya dijajah, eh tau nya oleh Media Barat di buat seolah-olah Hamas adalah kelompok teroris dan lihat efeknya sekarang, sangat luar biasa..Hampir semua orang terpedaya oleh opini media tersebut.

Maka dari itu sangat berbahaya sekali apabila sesuatu masalah telah sampai pada opini publik, walaupun belum tentu publik mengatakan demikian.  Penggiringan opini publik yang berhasil pasti didukung oleh peranan media, baik cetak maupun elektronik dan internet pastinya. Blogger merupakan salah satu komponen yang dapat menggiring opini publik tersebut. 

Saat ini yang harus dikuasai oleh para penguasa maupun yang berkepentingan adalah strategi penciptaan opini publik, yang terus menerus dipaksa kepada masyarakat melalui media-media agar berkembang dengan sendirinya, salah satu caranya yaitu menguasai dan memiliki media.  TV one dan Metro TV menurut saya saat ini menjadi kendaraan para politikus kepentingan tertentu yang sangat berdampak sistemik bagi penyebaran opini publik..(kaya kasus century..hehehe).

Tapi itu pandangan dari saya, dan saya yakin teman-teman berpendapat sama..Maka dari itu Jangan remehkan blog, forum internet bahkan Facebook ataupun Twitter karena secara tidak langsung akan merubah pandangan anda dan membuat opini masyarakat...Ingatkah kasus-kasus :

- Gerakan 1.000.000 Facebookers bebaskan Bibit dan Chandara
- Gerakan tolak konten RPM
- Penurunan patung obama dari taman menteng
- orang bunuh diri gara-gara komentar FB
- Kemenangan Barrack Obama
- Sumbangan becak kakek Miswan di kaskus
- Koin prita dan bilqis
- Foto mesum anggota DPR (Roy Sukro ahli Pornografis..hehehe)
- dll (cari ndiri..hehehe)

itu semua berkat opini publik dan kekuatan sorotan masyarakat bisa terjadi !!!!..berbanggalah orang-orang yang kuliah di FIKOM (Fakultas Ilmu Komunikasi) dimana belajar bagaimana menciptakan sebuah opini publik agar berkembang dan mempengaruhi pola pikir masyakarakat..
 
Dan satu lagi, perang opini lebih berdampak efektif dari pada perang secara fisik dan nyata..Karena mengubah mental serta karakter masyarakat...
thumbnail Title: Kekuatan Opini Publik Saat ini
Posted by:egggggggg
Published :2010-03-04T04:31:00-08:00
Rating: 5
Reviewer: 999999 Reviews
Kekuatan Opini Publik Saat ini

Proteksi Ical Hilang Bila Sri Mulyani Tetap Menkeu

Berbicara mengenai Politik memang tidak ada habis-habisnya.  Tapi dibawah ini saya menemukan artikel yang menarik dari pandangan Bung Wimar Witoelar mengenai Kasus Up to date sekarang ini yaitu Bank Century, check it out :




Kiprah Ketua Umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie (Ical), belakangan mengundang banyak sorotan. Bukan hanya lantaran kasus pengemplangan pajak yang nilainya mencapai Rp 2,1 triliun, bahkan berpotensi lebih besar, tetapi karena gaya politiknya yang kontroversial. Yang mengejutkan adalah sikapnya yang sedemikian frontal terhadap pemerintah dalam Pansus Angket Century DPR-RI. Apa sebenarnya yang hendak diraih Ical? Benarkah dia ingin menghabisi Menkeu Sri Mulyani Indrawati?

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wimar Witoelar menceritakan panjang lebar tentang kiprah politik dan bisnis Ical. Bahkan, pakar komunikasi ini mengaku cukup mengenal dekat Ical sejak usia muda. Untuk mengorek pandangan tokoh pendukung Menkeu Sri Mulyani ini terhadap Ical, wartawan Mimbar Politik, Petrus Dabu, bersama fotografer Denny MT mewawancarainya di sebuah tempat di Mal Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (20/2). Berikut petikan wawancara selengkapnya.


Kalau kita cermati sepanjang sejarah perjalanannya, Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie saat ini sangat berbeda. Terutama dalam Pansus Century, Golkar yang merupakan anggota koalisi justru lebih garang dari oposisi. Mengapa ini terjadi?
Ya, kita harus lihat Golkar itu kumpulan bermacam-macam orang. Sekarang orang yang berkuasa di Golkar itu orangnya Aburizal Bakrie. Jadi yang dijaga itu sebetulnya bukan kepentingan Golkar, tetapi kepentingan Aburizal Bakrie. Orang Golkar sejati yang dari dulu di situ tidak punya sikap sekeras Golkar di pansus, misalnya. Sikap Golkar di pansus itu sikap Aburizal Bakrie.

Kalau Anda tanya orang Golkar sejati yang tidak masuk dalam elit Golkar sekarang akan kelihatan bedanya. Karena itu muncul nasional demokrat segala, dimana banyak orang Golkar yang terlempar. Orang Golkar sejati itu tidak mendapat tempat di DPP sekarang, karena ini sepenuhnya dikuasi oleh uang. Uangnya kan sangat besar. Dari yang dihemat dari pajak saja sudah Rp10 triliun. Belum yang dihemat dari penderitaan rakyat Lapindo. Jadi dia punya Rp34 triliun untuk kas perjuangan. Nah, kalau sudah begitu, orang tidak punya pengertian partai, apalagi pengertian strategi. Sekarang ini Golkar itu kita lihat nyata sekali mengadakan pansus atau mendukung pansus bukan untuk suatu ideologi atau reformasi, tetapi untuk memberhentikan Sri Mulyani, terutama.

Apa alasan Anda mengatakan itu?

Iya. Karena Sri Mulyani itu sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis dan politik Aburizal Bakrie. Karena kalau bisnis Aburizal berhenti, politiknya juga berhenti. Saya tidak mengatakan uangnya habis, karena nggak akan habis. Karena uang Aburizal itu sudah diamankan dengan profesional melalui investment fund di luar negeri. Yang ada di sini hanya uang untuk bermain politik. Tapi kalau bisnis yang berkelanjutan itu berhenti, dia akan menjadi lemah di Golkar, bisa diganti. Saham Bumi (PT Bumi Resources) juga akan jatuh di bursa. Orang akan meninggalkan perusahaannya, mungkin dari beberapa puluh ribu hanya beberapa yang sangat loyal. Sebab, dia nggak akan bisa bayar gaji. Nggak mungkin dia bayar gaji dari dana pribadi. Kalau Bumi jatuh dia nggak rugi, karena ketika dulu Bumi hampir jatuh, dia sudah diam-diam menyelamatkan uangnya. Seperti yang dituduhkan ke Bank Century tidak terbukti. Jadi tidak usah menganalisa perilaku Partai Golkar sekarang berdasarkan pengalaman Golkar di masa lalu. Dari dulu juga Golkar jaga kepentingan. Dulu kepentingan Soeharto. Hanya dalam zaman Akbar Tandjung barangkali yang mencoba menjadi partai yang institusional. Harus saya puji Akbar Tandjung karena dia mencoba menjalankan Golkar sebagai partai yang tetap saya tidak dukung. Saya kan tahun 1998 sudah minta Golkar dibubarkan. Tapi apalah artinya permintaan saya.

Tapi faktanya Golkar memang masih cukup besar?

Tapi kalau toh harus hidup, model Golkar Akbar Tandjung-lah yang bagus. Sayang, dia terjebak oleh Buloggate yang menurut saya juga bukan korupsi pribadi. Itu adalah mengumpulkan uang untuk partai. Lain dengan Aburizal Bakrie, uangnya sudah banyak sehingga dia tidak perlu mengumpulkan uang dari partai. Partai buat dia adalah pos pengeluaran untuk bayar demonstran, untuk bayar pendukung, bahkan penembak-penembak twitter.

Aburizal Bakrie itu bukan politisi. Dia itu pedagang yang ingin melanjutkan usahanya. Paling nggak mempertahankannya. Dan pedagang yang tidak bisa hidup dalam iklim reformasi. Dia hanya hidup dalam proteksi Soeharto kemudian proteksi Megawati, barangkali ya. Kemudian proteksi SBY selama lima tahun. Tapi ketika SBY menghentikan proteksi itu, dia seperti penyelam kehilangan tabung oksigen. Karena dia merasa tabung oksigennya diputus oleh Sri Mulyani. Padahal, tidak benar. Sri Mulyani hanya menjalankan pekerjaan secara normal saja sebagai profesional. Tapi dulu (Sri Mulyani) tidak bisa jalan karena Aburizal melempar berbagai tameng proteksi melalui Jusuf Kalla dan SBY. Sekarang SBY sudah di jalan yang baik.

Jadi Ical membeli Golkar untuk digunakan sebagai tameng?

Anda silakan pakai kata-kata sendiri. Saya tidak bisa dipancing untuk menggunakan kata Anda. Tapi saya sudah jelaskan bagaimana Ical di Golkar menjadi ketua umum, karena dengan membiayai seluruh kampanyenya dari kantong sendiri dan menahan dana dari orang yang melawan dia.

Seberapa efektif Ical bisa menjatuhkan Sri Mulyani?

Sebagai wartawan, Andalah yang bisa menganalisa, sebagai orang yang mengamati secara dekat politik Indonesia. Kita belum bisa menilai hasilnya karena drama ini belum berakhir. Tapi kita lihat bahwa di minggu-minggu terakhir, perasaan publik begitu agak muak dengan propaganda anti Sri Mulyani diembuskan melalui TVOne, melalui Golkar, melalui anggota pansus. Jadi, semahal-mahalnya media itu dibeli, publik itu akan menemukan jalannya. Barangkali media Anda ini yang tersedia untuk memberikan suara yang jernih, karena belum dibeli oleh Bakrie. Kalau sudah dibeli juga wawancara semacam ini juga nggak akan dimuat. Dan selama peraturan undang-undangnya begini, itu tidak salah. Seperti Arsenal kemarin kalah lawan Porto, padahal bola yang dicuri terus masuk, ya itu sah karena tidak melanggar peraturan. Jadi, Aburizal Bakrie itu tidak melanggar peraturan politik. Hanya menjalankannya tidak sesuai dengan yang diinginkan orang semacam saya. Saya tidak tahu berapa banyak orang semacam saya. Tapi kalau Anda baca di twitter, di facebook, di blog saya dan dalam pergaulan sehari-hari, saya itu punya banyak teman. Saya tidak tahu apakah Aburizal Bakrie punya teman sebanyak ini, andai kata tidak punya uang. Saya ini tidak punya uang.

Ada yang agak janggal, Ical sudah banyak masalah tetapi kok malah frontal dengan kekuasaan?

Itu juga saya tidak tahu. Tapi saya kenal Aburizal Bakrie sejak mahasiswa tingkat satu tahun 1964. Jadi, dia itu sekali lagi adalah businessman dengan insting bisnis dan bangga bahwa instingnya itu bisa. Saya itu bukan politikus, disebut oleh orang sebagai politikus. Tapi saya merasakan kejadian itu dari sudut pandang orang biasa. Jadi, saya punya banyak dimensi. Kadang-kadang orang biasa bisnis ingin untung, kadang-kadang ikut kampanye politik dan ingin menang. Kadang-kadang juga nonton bola, dengar musik. Bagi saya politik itu bukan sentral. Paling-paling 20% dari portfolio perhatian saya. Bagi Aburizal Bakrie bisnis adalah segalanya. Barangkali 90%, dan 10% untuk keluarga, untuk kesehatan. Politik pun tidak. Jadi, dia juga menjalankan peran politiknya tidak untuk jangka panjang.

Sebagai menko kesra (di KIB I), sebetulnya dia bisa banyak berbuat. Karena bukan hanya hal yang jelas seperti gempa bumi, tapi Lapindo itu kasus menko kesra. Bagi saya, kriminalisasi Lapindo bukan soal PT Lapindo Berantas atau Aburizal Bakrie, tapi menko kesra. Waktu saya menyerang, menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap masalah rakyat, saya itu diserang satu halaman oleh Lalu Mara Satriawangsa, humas menko kesra. Jadi, saya heran, saya mengajukan penderitaan rakyat, saya diserang oleh humas menko kesra dengan mengatakan Aburizal Bakrie jauh lebih nasionalis dari Wimar Witoelar. Karena pegawai dia 50.000 pegawai, sedangkan saya hanya ada 20 orang. Kalau nasionalis diukur dari jumlah pegawai, VOC nasionalis juga. Nggak bisa dong. Justru pegawai itu dibayar dari uang keringat rakyat yang pajaknya nggak dibayar.

Jadi rasional Aburizal Bakrie itu susah kita mengerti, kalau kita bayangkan dia sebagai Ketua Umum Golkar. Kalau kita bayangkan dia sebagai pengusaha sangat bisa dimengerti, karena semua proteksi untuk dia akan hilang kalau Sri Mulyani terus (jadi Menteri Keuangan). Jadi bagaimana pun dia habis-habisan. Saya bukan orang fanatik Sri Mulyani walaupun saya kagum dan hormati dia. Tapi kalau ada menteri keuangan lain yang bisa mengerjakan pekerjaan dia, ganti saja sekarang. Tidak ada di Indonesia. Bersih, pandai, dihormati di dunia internasional, tegas, dan commited. Yang lain belum tentu komitmennya bertahan.

Jadi Anda yakin dengan isu bahwa target utama Ical itu Sri Mulyani?
Oh iya. Sri Mulyani dan supaya SBY kembali ke pangkuan dia. Untung SBY ini sekarang sudah sangat lebih baik dari yang lalu. Dia tahu didukung rakyat. Ada 61%. Saingannya Jusuf Kalla cuma 11%, Megawati berapa. Jadi SBY sih tahu, tapi dia masih merasa ingin kerjasama dengan partai. Jadi, dia ajak partai yang baik-baik ingin berkoalisi. Kalau partai-partai yang berkoalisi menjadi lawan ya dengan mudah dia singkirkan. Belum tentu dia harus singkirkan menteri dari Golkar. MS Hidayat, Agung Laksono, dan Fadel Muhammad tidak perlu khawatir, kecuali kalau mereka itu adalah pelindung pribadi Aburizal Bakrie. Kalau mereka itu mengawal Golkar, nggak apa-apa. Justru Golkar itu perlu perubahan. Siapa tahu kalau begini terus, Golkar yang sejati akan mulai kelihatan, dan bisa menggantikan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum.

Artinya, upaya Ical menjatuhkan Sri Mulyani melalui pansus tidak efektif?

Iya. Itu Anda bisa lihat dengan kepala jernih. Itu kalau kita main bola, dengan kesebelasan yang pemainnya dibeli, seperti MU, Chelsea, terus sampai sepuluh menit sebelum berakhir masih nol-nol. Dan pemain itu, kalau tidak menang tidak dapat bonus bahkan dijual ke club lain, maka mereka akan panik. Jadi serangannya makin lama makin tidak beraturan. Tembak dari jauh, kartu kuning, kartu merah, dan mata gelap. Jadi memang tidak rasional.

Tanggal kita bicara sekarang ini, 20 Februari, ini adalah 10 menit sebelum usai, masih nol-nol. Dan ada bahaya counter attack (serangan balik) dari orang-orang baik itu dengan kemungkinan menyorot Hadi Purnomo (Ketua BPK), Aburizal Bakrie sendiri, Bambang Soesatyo, dan semua orang yang sejarahnya itu tidak menyenangkan, Setiya Novanto. Padahal, di Golkar itu banyak orang baik. Saya kenal. Banyak sekali. Singkatnya, mereka sudah tidak berpikir strategis. Karena biasa main uang. Jadi seperti orang main kartu, main poker, dia coba dibius dengan uang lebih besar, lebih besar, mengharapkan orang kabur.

Mengapa harus Sri Mulyani yang dijadikan target?

Saya sudah katakan tadi. Saya tidak tahu apa itu motifnya Aburizal. Tapi kenyataannya dia (Ical) itu pribadi yang bermasalah dan orang bisnis yang tidak subur dalam suasana pemerintahan bersih. Ical sering dikabarkan berjasa membantu SBY saat Pilpres. Begitu pun SBY kabarnya berjasa di balik terpilihnya Ical dalam Munas Golkar lalu. Ini yang barangkali melahirkan rumor adanya deal Ical dan SBY untuk menyingkirkan Sri Mulyani? Dia (Ical) punya jasa terhadap SBY. Tapi itu bukan jasa terhadap negara. SBY, mudah-mudahan tahu dia tidak usah berutang budi pada Aburizal Bakrie, cukup berperikemanusiaan. Dan mengkoreksi kesalahannya dan berbuat baik kepada negara, kepada rakyat dengan tidak menunjuk menkeu yang punya ’conflic of interest’. Dengan tidak menunjuk wakil presiden yang mempunyai praktik bisnis yang kurang baik. Jadi SBY itu mau semua orang mulai sekarang berbuat baik saja, dia teruskan Sri Mulyani karena dia tidak bisa mendapatkan menteri keuangan yang lebih efektif. Aburizal Bakrie pun tidak dikejar-kejar. Dia sangat bisa menyelamatkan diri. Dia bisa memperbaiki dirinya di mata masyarakat dengan resources yang dia punya. Karena dia punya uang banyak. Dia punya fasilitas, punya koneksi. Tapi tidak dia gunakan.

Tadi Anda menyebut Hadi Purnomo. Kalau kita lihat, gerakan pansus hingga kemudian menyebut keterlibatan Sri Mulyani tak lepas dari hasil audit BPK yang disertai dengan legal opinion?

Betul. Hadi Purnomo juga kan orang yang berkepentingan untuk merehabilitasi kekuatannya. Kalau pun nama baiknya tidak bisa direhabilitasi, tapi kekuatannya mungkin bisa. Karena dia diberhentikan tidak kehendak dia, oleh Sri Mulyani. Karena memang sudah terlalu lama dia dikenal sebagai orang yang banyak mengumpulkan uang politik.

Hadi Purnomo itu tentu mempunyai motivasi sangat kuat untuk merehabilitasikan kekuasaannya. Belum tentu orang seperti itu terlalu berminat merehabilitasi nama baiknya. Mungkin dia berpikir itu sih urusan lain. Jadi memang sejak dia diberhentikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, di luar jadwalnya sendiri, dia memang tidak ingin berhenti. Karena uang banyak. Keahlian dia itu adalah keuangan. Maka posisi BPK itu bisa diraih, karena posisi BPK ditentukan oleh DPR. Dan semua tahu DPR itu bisa terpengaruh oleh uang. Maka jadilah dia Ketua BPK.

Apa hubungan Hadi dengan Ical?

Tentu saya tidak menuduh ada koordinasi dengan Aburizal Bakrie. Tetapi persis pada saat itu dia sangat berguna sebagai alat di pansus. Jadi, bahwa laporan BPK keluar itu sangat menguntungkan. Benar tidaknya, banyak orang sudah tahu, dan mereka juga tidak yakin. Saya yakin nggak benar, karena dia yang bikin. Tapi dia (Hadi) pikir akan selesai sebelum ketahuan.

Tapi ternyata ini panjang. Seperti saya katakan, club yang pemainnya sangat mahal ini, 10 menit sebelum selesai belum bisa menghasilkan gol. Bahkan, lawan itu ada tanda-tanda bisa melakukan counter attack. Jadi sekarang mereka habis-habisan. Hadi Purnomo sudah tidak terlalu berguna lagi, karena laporan BPK-nya sudah keluar. Masa keluarin lagi laporan BPK. Tinggal menunggu apakah counter attack itu akan menuju ke dia atau tidak. Saya tidak pernah menginginkan nasib buruk kepada siapa pun. Menurut saya sih lebih baik permainan ini dihentikan sebelum ada korban lebih jauh. Kalau saya jadi wasit sih, saya akan hentikan karena penonton resah dan banyak preman yang masuk ke lapangan.

Terkait serangan balik. Bukankah Setya Novanto itu orangnya Agung Laksono di Kosgoro. Tapi kenapa dia justru ikut kena serangan balik?

Semua itu adalah orangnya ”Sudirman” (uang) yang ada di dompet Anda. Sebetulnya bukan hanya mereka tapi semua orang. Tapi mereka itu di-catalize, difasilitasi oleh seseorang yang bisa menjanjikan kebahagiaan sepanjang masa dengan ”Sudirman (uang). Kalau Akbar Tandjung, dia itu tidak punya uang, tapi ahli rekayasa. Kalau Aburizal Bakrie, punya uang, berusaha manipulasi. Kita lihat pola politik mana yang menang. Dua-duanya sah di dalam perundang-undangan sekarang. Orang mau buang uang 10 triliun di pansus ya silakan aja. Itu punya efek multiplier juga kepada tukang gado-gado di luar gedung DPR kan. Semuanya sah. Saya tidak marah. Hanya sedih kalau orang itu terkelabui oleh pers berat sebelah. Saya sangat senang pada Anda. Kalau pun Anda ditangkap, disomasi dan segalanya, saya tetap senang.

Bila dibandingkan dengan Golkar sebelumnya, apa perbedaan prinsip kepemimpinan Ical?

Bedanya ada dua. Pertama, Aburizal pribadi yang mempunyai masalah dengan good governance, dengan pemerintahan bersih. Kedua, dia punya banyak uang. Kalau Akbar Tandjung atau Wahono atau yang dulu-dulu itu, mereka tidak punya masalah dengan good governance. Barangkali kurang rajin memperjuangkannya. Atau kurang efektif. Tapi tidak melawan good governance. Rahmat Witoelar, Sarwono, Marzuki Darusman, penginnya sih baik-baik. Mereka tidak punya uang. Kalau mau maju itu harus terampil politik. Jangan asal nembak di pansus, di twitter. Dan mereka semua orang baik kalau keluar dari politik. Saya yakin mereka itu akan baik. Karena banyak uang kan untuk membiayai panti asuhan. Aburizal Bakrie kan waktu di kabinet dia bilang dia akan tidak masuk pemerintah lagi, karena dia kan konsentrasi pada amal. Rupanya amalnya kepada Golkar gitu ya. Jadi menyejahterakan beberapa orang di Golkar.

Pada awal, saya katakan, Golkar sejati itu beda dengan Golkar Aburizal Bakrie. Orang yang Golkar sejati, apa baik atau buruk, pokoknya orang yang hidupnya di Golkar itu sudah 30 tahun di situ, melakukan hal-hal yang kita tidak suka, tapi juga tidak melakukan hal-hal yang terlalu ekstrim. Kita nggak suka misalnya menyebarkan gosip politik, manipulasi, mengadu-domba dengan kata-kata. Itu dilakukan. Tapi dulu adu domba tidak dengan membayar media. Mereka menyediakan bahan bagi demonstrasi, tapi tidak menyediakan poster dan nasi bungkus. Golkar sejati itu lain caranya. Tapi mereka itu kalah total. Golkar sejati (sekarang) tidak punya peran. Kecuali kalau Golkar uang ini tidak berhasil, maka mereka akan muncul. Akbar Tandjung, Agung Laksono, Hidayat, Syamsul Muarif. Yang gitu-gitu masuk Golkar sejati. Jangan dipikir Golkar sejati yang suci-suci, bukan begitu. Tapi yang genuine. Yang benar-benar orang politik. Mereka punya uang, tapi tidak menggunakan uangnya untuk politik, bahkan mereka ambil uang dari politik untuk dirinya. Kalau Aburizal sih malah meng-invest dalam politik.

Bukankah Ical naik juga berkat jasa para Golkar sejati?

Karena waktu itu ada yang lebih tidak sejati, yaitu Jusuf Kalla. Gerakan Akbar Tandjung dan yang lain-lain itu waktu itu sebetulnya untuk melawan Jusuf Kalla.

Apakah sekarang mereka tidak lagi membantu Ical?

Membantu selama dia menang. Kalau Golkar sejati itu membantu yang menang dan meninggalkannya kalau kalah. Itu Golkar sejati. Makanya, belum tentu menteri-menteri Golkar akan keluar. Karena kalau dibaikin, teman-temannya akan membantu memperbaiki DPP Golkar. Lebih penting Golkarnya direvisi daripada menterinya diganti. Agung Laksono, MS Hidayat nggak jelek-jelek amatlah menjadi menteri, karena sudah biasa jadi pejabat. Jadi tidak penting reshuffle kabinet dari segi Golkar. Yang penting adalah reshuffle Golkar.

(MIMBAR POLITIK, Edisi 40, 26 Februari - 04 Maret 2010)



"Konspirasi memang sejak dulu selalu ada disekitar kita, bahkan mungkin sekarang sedang berlangsung disekitar anda tanpa anda sadari ternyata anda bagian ataupun korban dari konspirasi tersebut."

sumber : kaskus.us
thumbnail Title: Proteksi Ical Hilang Bila Sri Mulyani Tetap Menkeu
Posted by:egggggggg
Published :2010-03-03T21:34:00-08:00
Rating: 5
Reviewer: 999999 Reviews
Proteksi Ical Hilang Bila Sri Mulyani Tetap Menkeu

KELAKUAN PARA WAKIL RAKYAT INDONESIA

Artikel ini terdapat di http://egg-animation.blogspot.com
Beberapa hari ini kita  dipertunjukan tontonan membosankan para wakil rakyat yang disiarkan secara live di berbagai stasiun televisi.  Layaknya pertandingan sepakbola, dimana para wakil rakyat ini berteriak-teriak, bernyanyi-nyanyi, dan saling mentertawakan serta mengejek seperti ulah para supporter sepakbola.  Kalau di stadion bola mending teriak-teriak, lah ini di Gedung terhormat dimana jutaan rakyat Indonesia menonton ulah para wakil rakyat mereka ini.

Dibalik kekritisan mereka (kritis karena motif apa y?....), ternyata kelakukan para anggota dewan yang terhormat ini banyak mengundang kekesalan kita sebagai rakyat, dimana anggota dewan harusnya menjadi contoh baik bagi para rakyatnya, diantaranya pembuatan NPWP dan pelaporan kekayaan (LHKPN) yang baru dilakukan segelintir anggota.



Sekali lagi, anggota dewan yang terhormat mempertontonkan perangai yang tidak layak ditiru rakyat jelata. Setelah tidak merespons kewajiban menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) -dari 560 anggota DPR, baru 229 orang yang melaporkan- beberapa waktu lalu, kini mereka ganti bermasalah dengan kewajiban pajak. Direktorat Jenderal Pajak Depkeu mencatat, 113 anggota DPR dan 23 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) belum memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Jumlah wakil rakyat yang tidak taat pajak itu cukup besar. Kalau dipersentasekan, jumlahnya mencapai 20 persen. Mestinya dengan total gaji puluhan juta rupiah, anggota DPR dan DPD sudah dikategorikan sebagai wajib pajak (WP) perseorangan. Gaji yang diterima DPR saat ini lebih dari Rp 50 juta. (Jawa Pos, 1 Februari)

Fasilitas serbawah: rumah dinas, kendaraan, laptop baru, dan sebentar lagi gaji-tunjangan baru yang fantastis ternyata belum menampilkan performa wakil rakyat yang patut diteladani. Belum adakah kesadaran bahwa fasilitas yang mereka nikmati juga dibiayai dari APBN yang notabene dari uang pajak?
Urgensi NPWP

Beberapa minggu terakhir ini, kantor-kantor pelayanan pajak didatangi para lansia. Mereka adalah para pensiunan yang dengan penuh kesadaran mendaftarkan diri menjadi wajib pajak. Ya, di usia senjanya mereka mengurus NPWP.

Orang pribadi yang diwajibkan memiliki NPWP adalah mereka yang telah mempunyai penghasilan di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Sejak 1 Januari 2009, besarnya PTKP untuk orang yang belum menikah (TK) adalah Rp 1.320.000/bulan. Sedangkan untuk yang kawin/belum punya anak (K/0) Rp 1.430.000/bulan, kawin dan punya 1 anak (K/1) Rp 1.540.000/bulan, kawin dan punya 2 anak (K/2) Rp 1.650.000, dan tertinggi kawin/3 anak (K/3) sebesar Rp 1.760.000/bulan. Masyarakat yang berpenghasilan di atas PTKP harus ber-NPWP. Penghasilan anggota dewan jelas sangat jauh di atas ambang batas itu.

Tidak malukah anggota dewan dengan para buruh pabrik, guru SD, atau lansia pensiunan yang sadar dan peduli pajak dengan mendaftarkan diri sebagai wajib pajak? Di manakah keteladanan yang sering digembar-gemborkan itu?
NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
Dilihat dari sisi administrasi pajak, NPWP memiliki fungsi sebagai berikut. Pertama, untuk mengetahui identitas wajib pajak; kedua, untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan; ketiga, untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan; empat, untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian SSP; kelima, untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan.

Syarat memperoleh NPWP pun sangat mudah, yaitu mengisi formulir pendaftaran yang disediakan, dilampiri fotokopi KTP/kartu keluarga/SIM/paspor. Bahkan, seingat penulis, saat pelantikan anggota DPR/DPD tahun lalu pun, pihak Direktorat Jenderal Pajak telah proaktif dengan membuka stan berupa pojok pajak. Hasilnya, mungkin anggota dewan masih kurang meliriknya.

Dengan berlakunya UU Pajak Penghasilan yang baru, orang pribadi, termasuk anggota dewan yang tidak ber-NPWP, akan dikenai pajak yang 20 persen lebih tinggi daripada tarif normal. Dari aspek ini, mereka sebenarnya rugi bila tak ber-NPWP. Padahal, mengurus NPWP gratis, mudah, dan bentuknya tidak memalukan karena mirip ATM.

Urgensi Pajak
Anwar Nasution (2009) berkeyakinan bahwa peningkatan penerimaan pajak merupakan satu-satunya jalan untuk melepaskan diri dari belenggu utang luar negeri. Omong kosong bisa membiayai belanja tanpa utang jika penerimaan pajak tidak naik. Potensi penerimaan pajak masih besar karena kita bukan negara miskin, seperti Somalia yang hanya punya gurun pasir. Pajak juga diperlukan untuk membantu wong cilik atau orang miskin dengan mewajibkan orang kaya membayar pajak.

Belum adanya kesadaran anggota dewan terkait dengan pajak sungguh memprihatinkan dan membawa preseden buruk. Pertama, mereka telah menikmati fasilitas secara langsung, berbeda dengan para buruh pabrik atau pengusaha. Kedua, mereka sering mencecar para pejabat untuk tunduk patuh pada hukum seperti kasus Century, mengapa malah tidak menunjukkan iktikad baiknya. Ketiga, tindakan itu berarti belum memberikan teladan yang baik bagi rakyat atau konstituennya. Bukankah menurut akal sehat, jika mau menerima penghasilan dan fasilitas dari APBN, mereka juga harus mau membayar pajak?
Demi meyakinkan masyarakat, Ditjen Pajak terus mereformasi berbagai hal dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan, untuk ‘memanjakan’ pelayanan terhadap para jutawan telah dibentuk Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang Pribadi (KPP WP Besar OP) atau High Wealth Individual (HWI) yang sementara dihuni sekitar 1.200 WP besar orang pribadi yang dikategorikan sebagai jutawan, miliarder, atau orang superkaya. Pada 2010 peran WP orang pribadi diharapkan dapat mencapai lebih 50 persen dari total penerimaan pajak penghasilan.

Fungsi utama sistem pajak adalah pengumpulan penerimaan negara dalam jumlah yang cukup, stabil, elastis, dan berkesinambungan (Silvia A. Madeo et all dalam Sommerfeld’s Concepts of Taxation, 1995).  Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, pajak adalah tulang punggung penerimaan negara. Saat dunia mengalami krisis global, kemandirian finansial negara menjadi kebutuhan mutlak. Bagi APBN, selama beberapa tahun terakhir ini pajak memberikan kontribusi penerimaan dalam kisaran 60-75 persen, sebuah angka yang amat signifikan!

Rakyat pantas heran. Meski telah berbulan-bulan dilantik, masih ada begitu banyak anggota dewan yang belum ber-NPWP. Ironis. Mereka pun ikut mengesahkan UU Perpajakan ,namun sekian lama belum mematuhinya!  Kalau fasilitas mewah dari negara telah diterima anggota dewan, sekadar punya NPWP pun tidak (apalagi taat membayar pajak). Lalu kira-kira apa kata dunia? Wallahu alam.

masi inget kan IKLAN di TV....

ga Punya NPWP? APA KATA DUNIA? 
Sedih memang, disaat mereka bertingkah layaknya seorang pembela kebenaran dan yang paling benar dengan argumen-argumen pintarnya ternyata masih ada yang tidak berkaca pada kelakukan pribadi mereka...Harusnya di setiap sudut gedung anggota dewan diberi pajangan cermin dengan tulisan :
"BERCERMINLAH DAHULU SEBELUM BEKERJA ATAS NAMA RAKYAT"



SUMBER : VIVANEWS
thumbnail Title: KELAKUAN PARA WAKIL RAKYAT INDONESIA
Posted by:egggggggg
Published :2010-03-03T18:33:00-08:00
Rating: 5
Reviewer: 999999 Reviews
KELAKUAN PARA WAKIL RAKYAT INDONESIA

PECI, SEBUAH BUDAYA ATAU SIMBOL AGAMA ??



 


Sudah lihat macam-macam Peci/Songkok / penutup kepala diatas?..apakah memakai peci itu merupakan ciri orang islam??..apakah peci merupakan simbol agama atau lainnya?..Setelah saya browsing mencari referensi mengenai Asal Muasal Peci, ternyata peci bukanlah suatu simbol agama tertentu tetapi suatu kebudayaan.  Tetapi saat ini budaya dikait-kaitkan dengan klaim suatu agama tertentu, ya contohnya di Indonesia saat ini.  Seperti pada saat Maulud Nabi dimana ada festival budaya Dong Dang di Bogor dalam rangkah memeriahkan Maulud Nabi.  Festival ini merupakan ciri khas dikota Bogor ketika tiba Hari Maulid Nabi, padahal Festival ini bersifat budaya bukan bawaan Islam.  Dongdang sendiri adalah tempat untuk membawa makanan, yang biasa digunakan untuk besanan pada saat hajatan. Beragam dongdang diarak rame-rame melintasi Jalan Raya Tegar Beriman Cibinong. 

Bisa dibayang kan apabila kita saling mengklaim yang pada awal nya suatu budaya tetapi di identikan dengan Suatu Agama.  Contohnya Peci.  Di Indonesia, ketika orang memakai peci identiknya beragama Islam tetapi kalau kita melihat ternyata banyak para pelaku agama lain yang memakai peci juga, seperti gambar diatas.


Peci Merupakan Tradisi
 
Pada dasarnya tradisi menutup kepala merupakan sebuah tradisi yang tidak hanya dimiliki oleh orang Islam. Banyak orang lain yang menggunakan tradisi tersebut semata-mata sebagai pengejawantahan nilai kesopanan yang mereka yakini. Sama halnya dengan kebiasaan bertopi para bangsawan Inggris dan Belanda pada abad pertengahan. Dalam Islam, menutup kepala ketika shalat merupakan sebuah pelengkap dan wujud rasa malu terhadap kesempurnaan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dalam ajaran Islam shalat merupakan sarana komunikasi langsung satu arah dengan sang khalik. Dalam menjalankan shalatnya, layaknya sebuah komunikasi yang bersifat langsung, umat Islam yakin bahwa sesungguhnya Allah melihat mereka. Karena itu, dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaannya sebagai manusia, menutup kepala dirasa perlu guna menjaga kerapihan dan sebagai cerminan kesiapan seorang hamba dalam menemui penciptanya.

Pengaruh budaya setempat terlihat dari bagaimana busana seorang muslim secara keseluruhan ketika shalat. Perbedaan penggunaan baju gamis dan baju koko yang terlihat antara orang Arab dan Orang Indonesia bukanlah sesuatu hal yang mencerminkan perbedaan ajaran. Hal itu hanyalah memperlihatkan pebedaan dalam budaya yang disebabkan oleh perbedaan geografis. Budaya laki-laki Arab yang bergamis merupakan perwujudan dari pola adaptasi mereka terhadap iklim panas tempat mereka tinggal. Begitu pula dengan sorban penutup kepala mereka yang juga sekaligus sebagai penutup muka merupakan cara mereka untuk melindungi kepala dan wajah mereka dari terjangan pasir yang melimpah ruah di padang pasir sana akibat cuaca yang selalu berubah dalam tingkatan ekstrim.


Peci Di Indonesia

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Segala busana yang dipakai orang Islam di Indonesia merupakan hal-hal yang terbentuk dari akulturasi ajaran Islam dengan budaya setempat. Baju koko yang banyak dipakai sekarang merupakan busana yang dibawa orang Cina yang telah mendiami Batavia sejak zaman penjajahan. Akulturasi ini dapat dimengerti jika kita melihat asal tersebarnya ajaran Islam di Indonesia. Dalam penyebarannya, Islam di tanah Jawa banyak mendapat pengaruh dari Arab dan Cina. Ini merupakan hasil dari hubungan baik perdagangan penduduk tanah Jawa dengan kedua tempat tersebut.

Pemakaian peci baru meluas di Indonesia pada awal abad ke-20, ketika naga-naganya pergerakan kemerdekaan Indonesia mulai merupa. Peci merupakan mode pakaian yang jadi simbol perlawanan terhadap penjajah. Para pemuda Indonesia, tidak peduli agama dan suku, mengenakan peci sebagai bentuk kesadaran sebagai satu bangsa jajahan. Perasaan ini terpelihara sampai seabad kemudian, di masa peci menjadi aksesoris resmi yang dipakai presiden dan para mentrinya. 

Catatan pertama: 
Memahami Fungsi Peci (Songkok) Bagi pemeluk agama Islam, peci berfungsi sebagai alat bantu dalam menjalankan kegiatan ibadah, dalam hal ini, Solat. Mengapa memakai peci? Sebab dalam salah satu aturan solat, pada saat bersujud, tidak dibenarkan ada benda lain yang menghalangi antara dah i dan tempat sujud (bhs.Arab= sajadah), meskipun hanya sehelai rambut. Dalam hal ini, biasanya rambut turut jatuh dan menghalangi dahi untuk bersentuhan langsung dengan sajadah. Maka dipakailah peci (khususnya pria) untuk menahan rambut agar tidak jatuh m enghalangi dahi. Jadi peci sifatnya sangat situasional, sebab selain peci anda dapat menggunakan alat bantu lain, misalnya sorban yang diikatkan, peci ala Arab yang bundar dan putih, topi ala Turki yang merah, atau bahkan memakai karet gelang sekalipun bi sa dilakukan. Yang terpenting adalah substansinya tadi. Seperti juga, untuk menutup aurat ketika solat (bagi pria mulai pusar sampai batas bawah lutut), bisa dilakukan dengan sangat situasional sekali. Di Arab misalnya dengan ! memakai gamish, di Eropa dengan celana panjang, atau di Indonesia dengan kain sarung. Walau demikian tidak dapat disangkal bahwa telah terjadi simbolisasi agama Islam melalui peci dan sarung ini, khususnya di Indonesia. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya benar. Misalnya orang orang di Burma yang kesehariannya memakai sarung, tidak mencermin kan mereka sebagai pemeluk agama Islam.  

Catatan Kedua: 
Sejarah Pemakaian Peci di Indonesia. Peci (Songkok) dipopulerkan pertama kali oleh founding father kita, Bung Karno. Seperti bisa anda baca dalam biografi Bung Karno, yang ditulis oleh Cindy Adams (Bung Karno, Penjambung Lidah Rakjat). Bung Karno merasa bahwa bangsa Indonesia memerlukan satu simbol untuk menunjukkan jati diri bangsa
Indonesia di forum internasional. Maka dipilihlah peci sebagai pengenal unik (uniqueidentifier) bangsa Indonesia. Walau demikian, Bung Karno mengkombinasikannya dengan memakai jas dan dasi, hal ini semata-mata menurut Bung Karno untuk menunjukkan kesetaraan antara bangsa Indonesia (terjajah) dengan Belanda (penjajah). Perlu dicatat, pada saat itu memakai dasi dan jas adalah hal yang ditabukan oleh ulama-ulama Islam konservatif. Namun Bung Karno bersikukuh dengan pendiriannya. Sampai-sampai pernah ada
satu kejadian lucu yaitu ketika Bung Karno hendak menikah dengan istri pertamanya (putri dari Bp. HOS.Tjokroaminoto), Bung Karno ingin memakai dasi, padahal ulama-ulama (termasuk yang ak! an menikahkannya) menolak pemakaian dasi, sebab mencerminkan budaya penjajah. Namun Bung Karno ngotot, sampai-sampai ia mengancam, daripada harus lepas dasi, lebih baik tidak jadi kawin.


Peci adalah simbol kebangsaan bukan keagamaan. Oleh karena itu barang siapa berusaha membabat peci dari simbol kebangsaan menjadi simbol keagamaan mencerminkan rendahnya pemahaman mereka terhadap kebangsaan Indonesia.


Tradisi adalah sebuah kebiasaan yang mencerminkan pola pikir masyarakatnya. Banyak nilai-nilai luhur yang bisa diambil dari nilai-nilai tradisi sebuah masyarakat. Namun ketika nilai-nilai tradisi itu melenceng dan mengaburkan nilai-nilai asli yang menjiwainya, segala hal yang menyangkut tradisi tersebut haruslah diluruskan kembali dengan menilik asal-muasalnya. Dalam hal ini peci merupakan sebuah sarana yang tepat untuk memberi sebuah perspektif dalam berpikir bahwa sebuah tradisi harus dilandasi nilai-nilai yang kuat. Peci sebagai penutup kepala dalam ajaran Islam, tidak bisa dipaksakan menjadi lebih dari sebuah produk budaya, karena tidak dilandasi dengan ajaran Islam sebagai titik tolaknya.

Memang sulit ketika suatu budaya sudah berubah fungsinya menjadi sesuatu yang lain dalam hal ini agama.  Sebagai umat Islam pakaian, jubah dan aksesoris bukan merupakan hal yang penting tetapi bagaimana keimanan kita dalam menjalankan Syariat.  Pakaian, jubah, aksesoris menurut saya sebagai pelengkap dan pendukung dalam kekhususan menjalankan ibadah kita dan bukan yang utama.  
Ada pepatah mengatakan "dont judge a book from his cover", ya jangan sampai kita salah dalam menilai orang.  Saat ini banyak politisi (yang menurut saya busuk) berlindung dibalik pakaian sorban, peci dan baju takwa nya serta mengatasnamakan agama dengan mudahnya, dalam setiap perkataannya tetapi perilakunya sungguh biadab, kata bang Rhoma mah....terlalu...semoga menjadi renungan kita semua, just info ...:)



sumber : 
http://kepaladiataskakidibawah.blogdetik.com/tag/the-da-peci-code/
http://telengas.multiply.com/journal/item/15/Peci_Simbol_Kebangsaan_Bukan_Keagamaan
http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/06/24/0026.html
http://www.bogornews.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2447
thumbnail Title: PECI, SEBUAH BUDAYA ATAU SIMBOL AGAMA ??
Posted by:egggggggg
Published :2010-03-02T16:38:00-08:00
Rating: 5
Reviewer: 999999 Reviews
PECI, SEBUAH BUDAYA ATAU SIMBOL AGAMA ??


Paket Wisata Bandung Murah

Paket Wisata Bandung Murah
Paket Wisata Bandung Murah